Bawa aku pulang, Rindu. Segera!
-Pulang, by Float
—Tolong jelaskan, dimana letaknya Perasaan?
So makang, ngana?
Belum kasiang!
Sore itu ada yang iseng melirik playlist di pemutar musik digital milik saya. Pemutar musik yang sudah lama setia menemani setiap kali saya lari pagi di taman kota sana. Setelah cukup lama mengubek-ubek pemutar musik tadi, teman tadi berkomentar:
“Lagu di ipod loe kok yang gua ga tau semua sih?”
“Hah? Masa sih?
“Iya, ga ada yang gua kenal lagunya!”
Saya ambil pemutar musiknya dan mengecek ulang lagu apa saja yang terakhir kali saya masukkan kesana. Sepertinya bukan lagu-lagu yang aneh atau asing buat saya. HA! Buat saya! SAYA. Ya, baru saya sadari kalau lagu-lagu tadi mungkin memang tidak asing buat saya, tapi bisa jadi asing buat orang lain.
Lalu saya amati lagi isi pemutar musik tadi;
Ada beberapa lagu Nick Cave and the Bad Seeds, Kaiser Chief, album Sudjiwo Tedjo, album Adithya Sofyan, Morrissey, Orange Criminal, koleksi lengkap Sarasvati, Steven Curtis Chapman, Lazio Bane, Brendan Benson, Abdul and The Coffee Theory, Sore, Efek Rumah Kaca, Album Soundtrack Gie dan Lion King II, koleksi mp3 grup Jepang seperti Monkey Majik dan AKB48, serta lagu-lagu daerah dari Batak, Jawa, dan Minang yang menjadi favorit saya tentunya.
Entah, mungkin teman saya tadi saja yang kurang gahul, sampai tidak kenal lagu-lagu tadi. Atau memang pilihan musik saya yang tidak lazim? Ah, musik memang soal selera. Dan selera memang tidak diciptakan seragam, bukan?
Aku suka saat kita saling bertukar makna, bahkan tanpa seucap kata. Bisik lirih, menulis perih yang kemudian terhapuskan. Seketika.
Uni, barang uni jatuah!
Bunda adalah samudera cinta tak bertepi.
Internet, dunia Maya Rumantir atau dunia Cyber, adalah petualangan dalam arti sebenarnya. Menawarkan beragam keajaiban dalam bentuk hal-hal menarik yang entah kenapa selalu menggoda buat dicoba. Tidak selamanya segala sesuatu yang menarik itu Penting, lho! Ingat itu. Dan itulah yang saya sadari saat tanpa sengaja menemukan dua link aneh berikut ini. Dua tautan yang menarik, dan sekaligus sangat tidak penting.
Ini dia link yang pertama;
Website ini menawarkan minuman yang cocok dinikmati saat kita mendengarkan suatu lagu. Coba ketikkan penyanyi yang saat ini lagunya tengah anda dengarkan. Tadda! Wesbsite ini lalu menyodorkan satu, -atau bisa juga dua, atau tiga, atau campuran beberapa- minuman yang cocok dinikmati saat mendengarkan musik yang anda ketikkan tadi. Tidak tanggung-tanggung, yang ditawarkan tidak saja nama minumannya, tapi juga berapa banyak porsinya, serta bagaimana penyajiannya. Apakah disajikan dalam mug atau gelas tinggi, atau dihiasi dengan garnis dari sayur dan buah.
Saya iseng mencoba mengetikkan Monkey Majik, karena saat itu memang saya tengah mendengarkan “Fly” nya yang fenomenal, dan hasilnya saya disarankan untuk mendengarkan lagu tersebut sambil menikmati:
1 bottle Organic red wine
Serve at room temperature. Garnish with pepper.
Nah, kalau link yang kedua sebenarnya hampir satu tipe. Sama-sama generator, tapi yang satu ini bisa memberikan nama kita dalam versi Hobbit dan Elf yang sesuai dengan jenis kelamin kita. Jangan bilang anda tidak tahu apa itu Hobbit atau Elf!
Ini dia link nya.
Hobbit Name Generator;
http://www.chriswetherell.com/hobbit/index.php
Saya mencoba memasukkan nama, untuk mengetahui apa nama Hobbit saya. dan hasilnya? Nama saya dalam versi Hobbit adalah:
Olo Sandybanks of Frogmorton
Masih dalam website yang sama, kita juga bisa mengetahui nama kita dalam versi Elf.
Silakan coba di;
http://www.chriswetherell.com/elf/
Saya iseng mengetik nama sendiri, dan ini dia nama Elf saya:
Findecáno Telemnar
Haha! Kewl.
Btw, Sudah saya ingatkan di awal tadi. Dua link ini menarik, tapi ga penting. Tapi, tidak ada salahnya mencoba hal-hal yang menarik, kan ya? :)
An Exquisite Collection of My Pointless Stories and Pictures